文章
  • 文章
国际

Atlet-atlet Indonesia di Olimpiade Rio yang tak boleh kamu lewatkan

发布时间2016年8月4日下午3:56
更新时间2016年8月5日上午8:54

Eko Yuli Irawan,Sri Wahyuni Agustiani,dan Triyatno,tiga atlet angkat besi yang berpotensi mengharumkan Merah Putih di Olimpiade Rio 2016. Foto oleh Rappler

Eko Yuli Irawan,Sri Wahyuni Agustiani,dan Triyatno,tiga atlet angkat besi yang berpotensi mengharumkan Merah Putih di Olimpiade Rio 2016. Foto oleh Rappler


雅加达,印度尼西亚 - 达里28 atlet dalam 7 cabang olahraga yang mewakili Indonesia di Olimpiade Rio 2016,ada beberapa atlet yang sangat berpotensi meraih medali。

Di antaranya adalah Liliyana Natsir / Tontowi Ahmad yang menduduki peringkat empat untuk ganda campuran bulu tangkis di Olimpiade London 2012。

Selain itu,ada peraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 untuk angkat beban kelas 62 kg,Eko Yuli Irawan; serta peraih medali perak di Olimpiade London 2012 kategori angkat beban 69 kg,Triyatno。

Namun,sebagaimana dikatakan Ketua Delegasi Indonesia untuk Olimpiade Rio,Raja Sapta Oktohari,semua atlet berpeluang membawa pulang medali。 Siapa saja atlet yang patut kamu pantau penampilannya agar tak ketinggalan saat mendukung mereka berlaga di Brasil nanti?

Pantau jadwal pertandingan para atlet印度尼西亚达拉姆Olimpiade里约2016 。

Bulu tangkis

印度尼西亚ada di peringkat tiga sedunia,atau setara dengan Jepang dan di bawah Tiongkok serta Korea Selatan。

Dari ke-10 atlet yang dikirim mewakili Indonesia di Olimpiade Rio 2016,tiga pasangan ini adalah yang paling berpeluang meraih medali。

Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir

Tontowi Ahmad(kanan)dan Liliyana Natsir(kiri)saat bertanding melawan ganda campuran Tiongkok di ajang 2014年亚洲运动会,韩国仁川Selatan,pada 2014年9月29日.Phot oleh法新社

Tontowi Ahmad(kanan)dan Liliyana Natsir(kiri)saat bertanding melawan ganda campuran Tiongkok di ajang 2014年亚洲运动会,韩国仁川Selatan,pada 2014年9月29日.Phot oleh法新社

Pasangan ganda campuran bulu tangkis ini menduduki peringkat tiga sedunia,berdasarkan data Federasi Bulu Tangkis Sedunia(BWF)。

Sebelum dipasangkan dengan Tontowi pada 2009,Liliyana sebelumnya pernah meraih medali perak di Olimpiade Beijing 2008 bersama Nova Widianto。

Olimpiade里约2016年adalah Olimpiade kedua bagi Tontowi dan Liliyana,杨meraih peringkat keempat di Olimpiade伦敦2012年。

Sejumlah kemenangan Tontowi / Liliyana adalah:

  • Juara turnamen澳门公开赛大奖赛2010金奖
  • Juara Malaysia公开赛GP Gold 2011
  • Juara Sunrise India开放超级系列2011
  • Juara瑞士公开赛2012
  • 亚军Yonex丹麦公开赛2012
  • Juara Yonex全英羽毛球锦标赛2013
  • 2016年Juara马来西亚公开赛超级系列赛
  • 2016年亚军羽毛球亚洲锦标赛

Keduanya juga meraih medali emas di kejuaraan dunia BWF世界冠军di Tiongkok pada 2013年,serta medali perunggu di BWF世界冠军pada 2011年dan 2015。

Pada 2013,Liliyana menjadi perempuan pertama yang memenangkan tiga BWF世界锦标赛kategori ganda campuran。

Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan

Ganda putra Mohammad Ahsan(kanan)dan Hendra Setiawan(kiri)raih medali emas di ajang亚洲运动会2014 di仁川,韩国Selatan,pada 2014年9月28日。Foto oleh Roslan Rahman / AFP

Ganda putra Mohammad Ahsan(kanan)dan Hendra Setiawan(kiri)raih medali emas di ajang亚洲运动会2014 di仁川,韩国Selatan,pada 2014年9月28日。Foto oleh Roslan Rahman / AFP

BWF menempatkan pasangan Hendra / Ahsan di peringkat dua sedunia kategori ganda putra bulu tangkis。

Keduanya berpasangan pada akhir 2012. Sebelumnya,Hendra berpasangan dengan Markis Kido dan meraih medali emas di Olimpiade北京2008 kategori羽毛球ganda putra。 Sementara,Ahsan dan pasangan lamanya,Bona Septano,mencapai perempat final di Olimpiade London 2012 untuk ganda putra。

Sejumlah kemenangan Hendra / Ahsan adalah:

  • Medali emas di BWF世界锦标赛2013
  • Medali emas di BWF世界锦标赛2015
  • Medali霹雳迪羽毛球亚洲锦标赛2015年
  • Medali emas di Asian Games 2014
  • Juara香港公开赛2014
  • Juara Malaysia开放pada 2015
  • Juara BWF Superseries决赛2015
  • 2016年Juara BWF大奖赛

Greysia Polii / Nitya Krishinda Maheswari

Greysia Polii / Nitya Krishinda Maheswari menjadi亚军澳大利亚公开赛2016. Foto dari badmintonindonesia.org

Greysia Polii / Nitya Krishinda Maheswari menjadi亚军澳大利亚公开赛2016. Foto dari badmintonindonesia.org

Greysia dan Nitya ada di peringkat 4 sedunia kategori ganda putri bulu tangkis,menurut data BWF。 Sebelumnya,Greysia sempat berpasangan dengan Meil​​iana Jauhari pada Olimpiade London 2012。

Greysia / Nitya memecahkan rekor dunia pertandingan bulu tangkis terlama dengan waktu 159 menit saat melawan Naoko Fukuman / Kurumi Yonao pada 2016年4月30日di semi final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia。 Rekor sebeumnya adalah pertandingan antara Peter Rasmussen melawan Sun Jun di Kejuaraan Dunia pada 1997 dengan waktu 124 menit。

Beberapa pencapaian Greysia / Nitya,meliputi:

  • Medali perak di SEA Games 2013
  • Medali emas di Asian Games 2014
  • Medali perunggu di BWF世界锦标赛2015
  • Medali perunggu di Badminton Asia Championship 2016
  • Juara泰国公开赛2013年
  • Juara BWF大奖赛中华台北公开赛2014
  • Juara BWF大奖赛中华台北公开赛2015
  • Juara韩国公开赛2015
  • Juara BWF Superseries新加坡公开赛2016
  • 亚军BWF Superseries澳大利亚公开赛2016
  • 亚军印度尼西亚公开赛2015年
  • 亚军新加坡公开赛2009
  • 亚军BWF大奖赛印度尼西亚大师赛2015
  • 亚军瑞士公开赛2014

Angkat besi

Peringkat sembilan dunia menurut Federasi Angkat Beban Sedunia(IWF)adalah milik Indonesia。 Dari 7 atlet yang mewakili Indonesia di Olimpiade Rio 2016,berikut adalah atlet yang diprediksi membawa pulang medali。

(BACA:

Eko Yuli Irawan

BERJUANG DI OLIMPIADE RIO。 Eko Yuli Irawan merupakan atlet unggulan dari cabang angkat besi karena dalam dua Olimpiade sebelumnya,dia berhasil meraih medali perunggu。 Foto oleh Karma Gurung / Rappler

BERJUANG DI OLIMPIADE RIO。 Eko Yuli Irawan merupakan atlet unggulan dari cabang angkat besi karena dalam dua Olimpiade sebelumnya,dia berhasil meraih medali perunggu。 Foto oleh Karma Gurung / Rappler

Eko menduduki peringkat 5 sedunia kategori atlet pria senior kelas 62 kg - kategori di mana ia akan berkompetisi di Olimpiade Rio 2016。

Olimpiade Rio 2016 adalah Olimpiade ketiga yang diikuti Eko Yuli Irawan。 Sebelumnya Eko memenangkan medali perunggu untuk angkat beban kelas 56 kg di Olimpiade Beijing 2008,serta medali perunggu untuk kelas 62 kg di Olimpiade London 2012。

Sejumlah pencapaian Eko lainnya mencakup:

  • Medali perak di Junior World Championship 2006 kategori 56 kg
  • Medali emas di Junior World Championship 2007 kategori 56 kg
  • Medali perunggu di World Championship 2007 kategori 56 kg
  • Medali emas pada东南亚运动会2007 kategori 56公斤
  • Medali perak di Asian Championship 2008 kategori 56 kg
  • Medali霹雳世界举重锦标赛2009 kategori 62公斤
  • Medali perunggu di World Championship 2011 kategori 62公斤
  • Medali emas untuk Summer Universiade 2011 kategori 62 kg

Sri Wahyuni Agustiani

Sri Wahyuni kepincut olah raga angkat besi,karena melihat sang adik yang sudah lebih dulu terjun di bidang itu。 Foto oleh Rappler

Sri Wahyuni kepincut olah raga angkat besi,karena melihat sang adik yang sudah lebih dulu terjun di bidang itu。 Foto oleh Rappler

Perempuan yang akrab disapa Yuni ini ada di peringkat 14 sedunia kategori atlet perempuan senior kelas 48 kg。

Sri memenangkan:

  • Medali perak di Asian Games 2014 kelas 48 kg
  • Medali emas di Islamic Solidarity Games III 2013 kelas 48 kg
  • Medali emas di SEA Games缅甸2013年kelas 48公斤

Olimpiade Rio 2016 adalah Olimpiade pertama yang diikuti Yuni,di mana ia akan berlomba di kelas 48 kg。

特里亚特诺

PERAIH DUA MEDALI DI OLIMPIADE。 Tri Yatno merupakan salah satu atlet angkat besi yang diunggulkan karena sebelumnya sudah pernah meraih medali perunggu dan perak di Olimpiade Beijing serta London。 Foto oleh Karma Gurung / Rappler

PERAIH DUA MEDALI DI OLIMPIADE。 Tri Yatno merupakan salah satu atlet angkat besi yang diunggulkan karena sebelumnya sudah pernah meraih medali perunggu dan perak di Olimpiade Beijing serta London。 Foto oleh Karma Gurung / Rappler

Olimpiade Rio 2016 adalah ketiga kalinya Triyatno mengikuti Olimpiade。 Pada Olimpiade Beijing 2008,Tri memenangkan medali perunggu untuk kelas 62 kg。 Pada Olimpiade London 2012 ia meraih medali perak untuk kategori 69 kg。

Tri menempati peringkat 46 sedunia kategori atlet pria senior kelas 77 kg,dan ia akan berlaga dalam kelas ini di Olimpiade Rio 2016。

Saat bertanding di kelas 62 kg,Triyatno meraih medali perunggu di Junior World Championship 2006 serta perunggu di Junior World Championship 2007.Tri juga menduduki peringkat ke-9 sedunia di World Weightlifting Championship 2006 dan ke-7 di World Weightlifting Championship 2007 dalam kategori tersebut。

Sementara saat berlaga dalam kategori 69公斤,Triyatno menduduki peringkat keempat dalam亚洲举重锦标赛2008年,dan mendapat medali perunggu di世界举重锦标赛2009。

Apakah di Olimpiade Rio 2016 ini mereka akan kembali membawa pulang medali bagi Merah Putih? -Rappler.com