文章
  • 文章
国际

Wajah relawan dari Indonesia di Olimpiade Rio 2016

2016年7月5日下午10:34发布
2016年7月13日下午3:11更新

Alira Dwipayana menjadi relawan penerjemah bahasa Korea di Olimpiade Rio 2016. Foto:istimewa

Alira Dwipayana menjadi relawan penerjemah bahasa Korea di Olimpiade Rio 2016. Foto:istimewa

雅加达,印度尼西亚-Olimpiade kembali diadakan di Kota里约热内卢,巴西mulai 5 sampai 21 Agustus mendatang。

Selain para atlet terbaik Tanah Air,dua perempuan asal Indonesia,Alira Dwipayana dan Caesaria Pramita,juga berkesempatan ambil bagian di Olimpiade Rio。 Mereka berdua terdaftar sebagai relawan yang akan membantu penyelenggaraan ajang empat tahunan tersebut。

Alira Dwipayana merupakan mahasiswi印度尼西亚yang berkuliah di Korea Selatan。 Berkat pengalamannya sebagai 志愿者, Alira pun berkesempatan untuk berangkat ke Brasil。

“Aku sudah suka志愿者di berbagai活动,kemudian lihat info soal Rio 2016 ini di Facebook,”katanya pada Rappler pada Selasa,2016年7月5日。

Mahasiswi第一学期韩国大学商学院ini mendaftar secara online sebagai relawan Olimpiade Rio 2016 sejak dua tahun silam。

Menurutnya,cara pendaftarannya sangat mudah karena hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang dipaparkan di website-nya。 Selain itu,tidak ada syarat khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi 志愿者里约2016年。

“Selama 热情的 semua bisa ikut。 Cuma yang susah mungkin ikuti stepnya dari awal sampai采访丹在线培训。 Harus komitmen dan konsisten,“jelas perempuan yang juga sibuk jalan-jalan dan 志愿者全职 di berbagai organisasi di Korea dan ASEAN ini。

Hal tersebut juga diamini oleh Caesaria Pramita,seorang karyawati perusahaan tambang nasional yang juga berkesempatan menjadi relawan di Olimpiade Rio 2016。

“Syaratnya nggak susah sih。 Dia ga ada syarat yang gimana-gimana。 Kita disuruh bikin account,terus biodata,terus isi form ,sama saja kayak kalau kita melamar pekerjaan,“ujar perempuan yang biasa disapa Mita tersebut。

Caesaria Pramita menjadi salah satu relawan yang akan membantu penyelenggaraan Olimpiade musim panas di Brasil pada Agustus mendatang。 Foto:istimewa

Caesaria Pramita menjadi salah satu relawan yang akan membantu penyelenggaraan Olimpiade musim panas di Brasil pada Agustus mendatang。 Foto:istimewa

Berbeda dengan Alira,Olimpiade Rio merupakan pengalaman pertama Mita 志愿服务 Ia bertugas sebagai anggota tim transportasi yang harus stand by di Rio sejak 22 Juli dan tinggal selama hampir 1,5 bulan。

“Rencana awal saya pengennya berangkat tanggal 28,seminggu sebelum olympic。 tapi ternyata saya sudah mulai kerja dari tanggal 22,jadi biar ada spare saya berangkat tanggal 17,“ujar karyawati berusia 29 tahun ini。

Sementara Alira yang bertugas sebagai penerjemah bahasa韩国akan berada di Brasil untuk waktu yang lebih singkat。

“Saya tiba 2 Agustus,pulang 24 Agustus。 所以, kurang lebih 3 minggu,“kata Alira。

Saat diterima sebagai relawan Olimpiade Rio,Alira mengaku sangat bersemangat dan tidak sabar untuk berangkat ke Brasil。

“Dibanding kaget,lebih terasa semangat untuk travel ke Brasil,”katanya。

Hal berbeda dirasakan oleh Mita。 Ia mengaku sempat tak percaya ketika pertama kali mendengar kabar bahwa ia diterima sebagai salah satu relawan Olimpiade。

“Waktu itu saya sempat 绝望的 karena teman saya sudah dipanggil 采访 tapi saya belum。 Jadi waktu pertama kali dapat notifikasi di email, saya sempat berpikir'ini beneran enggak ya?,'“tutur Mita。

Namun ternyata setelah menunggu kabar lebih lanjut,kesempatan Mita untuk pergi ke Rio de Janeiro menjadi kenyataan。 -Rappler.com