文章
  • 文章
国际

Jakmania boleh menonton Persija(dengan satu syarat)

发布时间2016年6月30日上午9:16
已更新2016年6月30日上午9:16

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono menunjukkan foto kerusuhan suporter klub sepak bola Persija Jakarta saat gelar perkara pada 28 Juni 2016. Foto oleh Rivan Awal Lingga / Antara

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono menunjukkan foto kerusuhan suporter klub sepak bola Persija Jakarta saat gelar perkara pada 28 Juni 2016. Foto oleh Rivan Awal Lingga / Antara


雅加达,印度尼西亚 - Pasca kerusuhan yang membuat seorang anggota polisi terluka parah,The Jakmania,pendukung klub sepak bola Persija雅加达,diperbolehkan kembali menonton klub kesayangan mereka bertanding di stadion - dengan satu syarat:Tanpa mengenakan atribut Jakmania。

“Apapun yang berhubungan dengan asosiasi Jakmania seperti atribut,yel yel,dan terkait lainnya,tidak diperbolehkan memasuki stadion hingga akhir kompetisi,”kata Joko Driyono,Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta,selaku operator kompetisi Indonesia Soccer Championship(ISC),dalam konferensi pers迪雅加达,Rabu,29 Juni。

Apabila masyarakat ingin menonton pertandingan secara langsung di stadion,GTS tetap memperbolehkan,asalkan mematuhi aturan hukuman tersebut。

Keputusan ini mengambil contoh dari tindakan suporter tim lainnya yang pernah dihukum serupa,seperti Aremania pada 2013。

Joko juga menjelaskan bahwa hal tersebut sudah menjadi keputusan dari Komisi Disiplin ISC。 Kedepannya,PT GTS akan lebih intensif dalam mendidik suporter dengan cara bekerjasama dengan aparat ataupun menggelar diskusi yang lebih fokus pada sikap pendukung。

Sebelumnya,Sriwijaya FC dipastikan menang 3-0 atas Persija Jakarta meski pertandingan kompetisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno,Jakarta,pada Jumat pekan lalu itu dihentikan pada menit 81 akibat terjadi kerusuhan。

Pertandingan antara tuan rumah Persija melawan Sriwijaya FC harus dihentikan karena terjadi kerusuhan yang melibatkan Jakmania dan aparat keamanan yang menjaga jalannya pertandingan。 Dampak dari kerusuhan tersebut,beberapa aparat dan Jakmania mengalami luka dan harus menjalani perawatan。

Saat pertandingan dihentikan,Laskar Wong Kito itu dalam kondisi unggul 1-0 dari tim tuan rumah lewat tendangan bola mati Hilton Moreira pada menit 65. Kondisi tersebut membuat tensi dalam stadion terbesar di Indonesia ini memanas dan ada oknum Jakmania yang masuk ke lapangan。

Kerusuhan pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC langsung menjadi perhatian pemerintah dan rapat terpadu yang melibatkan kepolisian,PT GTS,PSSI,dan manajemen Persija digelar di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga dan dipimpin langsung oleh Menteri Imam Nahrawi。

Beberapa keputusan didapat dalam rapat tersebut,mulai dari rekomendasi Jakmania beratribut dilarang mendukung tim kesayangannya hingga kompetisi berakhir,sampai Persija dilarang bertanding dengan dukungan suporter dalam enam laga( home and away )mulai 3 Juli。

Selain itu,PT GTS dan Persija diharapkan bertanggungjawab atas kerugian materiil dampak dari kerusuhan termasuk bertanggungjawab atas pembiayaan korban yang saat ini diraw​​at di rumah sakit。

Meski terjadi kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban,kompetisi yang diikuti 18 klub ini tetap berjalan sesuai dengan jadwal。 Hal tersebut dilakukan karena permintaan untuk tetap digulirkan kompetisi ISC ini cukup besar。 -Antara / Rappler.com

Baca laporan Rappler tentang kerusuhan Jakmania: