文章
  • 文章
国际

Abu Sayyaf bebaskan sandera asal Norwegia setelah terima uang tebusan

2016年9月17日下午5:17发布
2016年9月17日下午6:08更新

Anggota kelompok Abu Sayyaf mengepung sandera mereka di sebuah hutan di Sulu,pada awal tahun 2016. Foto screen shot dari video SITE Intelligence Group

Anggota kelompok Abu Sayyaf mengepung sandera mereka di sebuah hutan di Sulu,pada awal tahun 2016. Foto screen shot dari video SITE Intelligence Group

雅加达,印度尼西亚 - Kelompok teroris Abu Sayyaf telah melepaskan salah seorang sanderanya,seorang warga negara Norwegia bernama Kjartan Sekkingstad,pada Jumat,9月16日。

Menurut sumber Rappler di Satuan Tugas Gabungan Sulu pada Sabtu,9月17日,Abu Sayyaf melepaskan Sekkingstad pada Jumat malam。 Sekkingstad merupakan sandera terakhir kelompok yang berbasis di Filipina itu,dari 4 orang yang sebelumnya ditahan di Pulau Samal,Provinsi Davao Del Norte。

Abu Sayyaf membebaskan Sekkingstad setelah menerima uang tebusan sebesar 30 juta peso(atau sekitar Rp 8,3 miliar)。 Sebelumnya,Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan telah membayar 50 juta peso pada 25 Agustus 2016。

Pada saat itu,Duterte mengatakan Sekkingstad masih belum dibebaskan meski Abu Sayyaf telah menerima tebusan。 Duterte menyebut Abu Sayyaf menginginkan jumlah yang lebih besar。

Pembebasan Sekkingstad disebut difasilitasi oleh Komandan Front Pembebasan Nasional Moro(MNLF)Tahil Sali dan perusahaan di sekitar daerah Barangay Buanza,Indanan,Sulu。

Setelah dibebaskan,Sekkingstad kemudian dibawa ke rumah Gubernur Sulu Sakur Tan。

Seorang warga Filipina yang juga disandera oleh Abu Sayyaf,Marites Flor,juga telah dibebaskan。 Pacar Marites Flor,Robert Hall,dan rekannya sesama warga Kanada,John Ridsdel,keduanya tewas dipenggal setelah Abu Sayyaf tidak menerima tebusan melewati batas waktu yang telah ditentukan。

Pemerintah Kanada memberlakukan kebijakan tidak membayar tebusan。

Sementara Duta Besar Norwegia untuk Filipina Erik Forner menemui Presiden Duterte untuk bernegosiasi demi membebaskan warga negaranya。 -Rappler.com