文章
  • 文章
国际

Jutaan umat穆斯林dunia berkumpul di Bukit Arafah untuk lontar jumroh

2016年9月11日下午10:33发布
2016年9月11日下午11:16更新

哈吉。 Jemaah haji berada di bukit Arafah,阿拉伯沙特pada 2015年9月23日untuk melakukan lontar jumroh。 Foto oleh Amel疼痛/ EPA

哈吉。 Jemaah haji berada di bukit Arafah,阿拉伯沙特pada 2015年9月23日untuk melakukan lontar jumroh。 Foto oleh Amel疼痛/ EPA

印度尼西亚雅加达 - Ibadah haji mencapai puncaknya pada Minggu,9月11日。 Sebanyak 1,8 juta calon haji berkerumun di lembah bukit Arafah sejak matahari terbit。 Lokasi ini berjarak 15公里达里Mekkah。

Pada hari penting ini,mereka berdoa dan membaca Al Qur'an。 Nabi Muhammad dipercaya memberikan khotbah terakhirnya di tempat ini,14 abad silam。

Bagi Khadem Ndyaye asal Senegal,ia merasa berdiri di hadapan Tuhan。 “Umat muslim datang kemari dari berbagai tempat,dan kamu semua sama.Andai seluruh dunia seperti ini,tidak akan ada perang.Di sini kami merasa Islam adalah agama damai,”kata pria berusia 47 tahun ini。

Dari kejauhan,Arafah terlihat seperti diselimuti salju,dari warna putih ihram yang dikenakan para calon jemaah haji pria。 Terlihat titik-titik berwarna dari payung yang dibawa untuk melindungi diri dari panas。

Gumaman doa berbahasa阿拉伯双关语membahana。

Meski ada umat muslim dari seluruh dunia,印度尼西亚menyumbang angka terbesar。

Keamanan

Pemerintah阿拉伯沙特telah mengambil langkah pencegahan dan keamanan untuk mengantisipasi tragedi Mina yang terjadi pada tahun 2015 kembali berulang。 Dalam peristiwa tersebut,sebanyak 2.300 orang dilaporkan tewas saat berjalan untuk melakukan lontar jumroh。

Salah satunya adalah pembagian gelang identitas dan pelebaran jalan。

Ada helikopter yang memantau pergerakan jemaat dari udara; sementara aparat kepolisian memberikan instruksi langsung di jalanan。

Mereka juga membagikan minuman gratis,yang berakhir pada banyaknya botol kosong dan sisa makanan yang mengotori jalanan。

Untuk tahun ini,Mufti Besar Arab Saudi Abdul Aziz al-Sheikh tidak akan memberikan khotbah karena alasan kesehatan。 Koran lokal Okaz mengatakan ia akan digantikan oleh Imam Masjid Mekah Abdul Rahman al-Sudais。

Tahun ini,tidak ada umat dari Iran。 Dalam tragedi pada tahun lalu,mereka melaporkan menjadi korban tewas terbanyak,yakni 464 orang。

Tahun ini,64 ribu jemaah Iran dilarang masuk setelah kedua negara yang tengah bersiteru gagal sepakat soal keamanan dan logistik。

Ratusan hingga ribuan umat Islam Syiah dari Iran akhirnya mengambil alternatif pada Sabtu ke Karbala,kota suci di Irak。 Meski demikian,Arab Saudi mengatakan mereka menyediakan saluran televisi khusus yang menyiarkan ritual haji dalam bahasa Persia atau Farsi,yang merupakan bahasa Iran。 - Rappler.com