文章
  • 文章
国际

Temui Jokowi,Presiden Duterte akan minta pengampunan untuk Mary Jane

发布时间2016年9月6日上午9:31
更新于2016年9月6日上午10:31

MOHON PENGAMPUNAN。 Presiden Rodrigo Duterte mengatakan akan memohon pengampunan bagi warganya Mary Jane yang menjadi terpidana hukuman mati akibat kasus narkoba di Indonesia。 Foto oleh Rappler

MOHON PENGAMPUNAN。 Presiden Rodrigo Duterte mengatakan akan memohon pengampunan bagi warganya Mary Jane yang menjadi terpidana hukuman mati akibat kasus narkoba di Indonesia。 Foto oleh Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Filipina,Rodrigo Duterte dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada pekan ini。 Salah satu议程yang akan dibahas yakni mengenai nasib Mary Jane Veloso yang divonis hukuman mati akibat kasus narkoba。

Duterte mengatakan akan memohon pengampunan bagi perempuan berusia 31 tahun itu kepada Presiden Joko“Jokowi”Widodo。 Jika hal itu tidak berhasil,maka dia bersedia“menerima keputusan”tersebut。

Pada Senin,9月5日Duterte ditanya mengenai cara pendekatan yang dipilih untuk menyelamatkan Mary Jane dari hukuman mati。 Sejak awal Mary Jane mengklaim dirinya tidak bersalah dan menyebut hanya menjadi korban。

“Saya mungkin hanya akan meminta kepada(Presiden Indonesia Joko)Widodo dengan cara yang paling terhormat dan sopan。Dan jika permohonan saya tidak didengarkan,maka saya siap menerimanya.Dengan alasan yang sederhana,karena saya tidak ingin meragukan sistem peradilan di Indonesia,”ujar Duterte sebelum dia bertolak ke Laos untuk menghadiri KTT ASEAN。

Dia mengaku pernah berada di posisi Presiden Joko Widodo dan mengetahui bagaimana prosesnya berjalan。

“Apakah dia benar-benar bersalah atau tidak,dia tetap akan dianggap harus bertanggung jawab.Jadi,mungkin saya hanya bisa menerima sistem yang ada dan memohon pengampunan,”kata mantan Walikota Davao itu。

Kalaupun Presiden Jokowi benar-benar menolak permohonan pengampunannya,maka Duterte tetap akan bersyukur karena Mary Jane telah diperlakukan dengan baik selama ditahan di Indonesia。 Dia mengaku akan menghormati hukum di Indonesia。 Pemimpin negara lain tentu diharapkan juga menghormati sistem hukum di Filipina。

“Lagipula,kita semua memiliki aturan hukum untuk dipatuhi,begitu pula sebaliknya.Saya juga mungkin akan menerima banyak permohonan pengampunan dan saya tidak akan tahu bagaimana harus meresposn hal tersebut,”katanya lagi。

Duterte selama ini secara konsisten mengkritik beberapa negara barat seperti Amerika Serikat dan juga organisasi internasional seperti PBB karena dianggap mencampuri urusan dalam negeri Filipina。 Khususnya setelah mereka menyatakan kekhawatiran terhadap meningkatnya pembunuhan tanpa melalui proses peradilan sejak Duterte dilantik menjadi Presiden。

Permintaan tolong

Sebelumnya,Mary Jane sempat memohon pertolongan untuk dapat diberikan keadilan。

“Saya menderita sudah begitu lama di Indonesia,menderita walaupun saya tidak bersalah.Anda adalah satu-satunya harapan saya,”ujar Mary Jane dalam sebuah rekaman suara。

Dalam Bahasa Tagalog,dia mengaku siap untuk dieksekusi tetapi kecewa dengan fakta dia sesungguhnya tidak bersalah。 Selain itu,dia masih memiliki anak-anak yang berusia sangat muda。

“Saya telah berada di Indonesia selama hampir 7 tahun dan saya masih belum memperoleh keadilan.Itu saja yang saya minta dari Anda - berikan saya keadilan,”tutur Mary Jane。

Mary Jane ditahan oleh otoritas di Indonesia pada tahun 2010 lalu。 Di dalam kopernya ditemukan海洛因seberat 2,6公斤。 Perempuan yang diketahui berasal dari Nueva Ecija terbang lebih dulu ke马来西亚dengan tujuan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga,

Dia mengklaim Maria Kristina Sergio,orang yang telah merekrutnya sebagai asisten rumah tangga,telah menipunya。 Maria memberikan koper miliknya kepada Mary Jane dan meminta agar terbang ke Yogyakarta。

Mary Jane sempat nyaris dieksekusi pada tahun 2015,namun diselamatkan di menit-menit terakhir。 Pemerintah Indonesia mengatakan akan menunggu hasil persidangan terhadap Maria di Filipina sebelum menindak lanjuti kasus Mary Jane。

Duterte dijadwalkan akan berkunjung ke印度尼西亚pada tanggal 9月8日至9日。 - Rappler.com

BACA JUGA: